Tips Memulai Karier dengan Cake di Tel-U Career Ready Bootcamp
20 Aug 2026Bagi mahasiswa tingkat akhir dan fresh graduate, transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja kerap menjadi tahap yang membingungkan. Prestasi akademik dan pengalaman organisasi sudah ada, tapi ketika tiba waktunya melamar kerja, muncul pertanyaan harus mulai dari mana?
Pertanyaan ini yang dijawab Melinda Jesslyn, Marketing Specialist di Cake, dalam sesi “Work Ready: From CVs to Interviews” di Tel-U Career Ready Bootcamp. Menurut Melinda, jawabannya selalu sama, mulai dari CV. Karena sebelum mendapatkan kesempatan membuktikan diri, ada satu hal yang harus dipastikan lebih dulu: CV kamu benar-benar dibaca.
Tiga Pertanyaan yang Harus Dijawab oleh CV
Menurut sejumlah studi, rata-rata waktu yang dihabiskan seorang rekruter untuk meninjau satu CV hanyalah enam detik. Maka, Melinda menekankan bahwa dalam enam detik itu, CV kamu harus bisa menjawab tiga pertanyaan berikut:
1. Siapa kamu?
Bagian teratas CV adalah yang pertama dibaca, jadi di sinilah identitas profesional harus langsung tertangkap: nama, posisi yang dituju, deskripsi, dan kontak. Hindari menulis informasi yang tidak begitu relevan seperti alamat rumah, tanggal lahir, dan sebagainya.
Deskripsi diri pun cukup dua hingga tiga kalimat, asalkan setiap klaim punya bukti. Menulis quick learner tanpa contoh konkret hanya akan memakan tempat, padahal ini bagian yang paling menentukan dalam CV.
2. Mengapa kamu?
Di sinilah perusahaan menilai relevansimu. Bagian pendidikan, keterampilan, dan pengalaman sebaiknya disesuaikan dengan satu posisi tertentu, bukan diisi sebanyak mungkin. Perbedaannya paling terlihat pada penulisan keterampilan. Mencantumkan “Data Analysis” hanya menunjukkan bahwa kamu pernah bersinggungan dengan bidangnya, sementara “Google Analytics 4 (Certified)” langsung menunjukkan sejauh mana kamu menguasainya.
3. Apa dampak yang kamu hasilkan?
Banyak orang yang hanya menuliskan daftar tugas yang pernah dikerjakan dalam CV. Padahal, deskripsi pekerjaan tidak dapat menyampaikan apa pun, baik keahlianmu, tujuan, terlebih hasil. Supaya lebih berbobot, kamu bisa menggunakan formula di bawah.
Kata kerja aktif + Angka + Hasil
Misalnya, “mengelola media sosial perusahaan” bisa dikembangkan menjadi “mengelola akun Instagram perusahaan dan menumbuhkan 5.000 followers dalam tiga bulan.” Aktivitasnya sama, tapi yang kedua menunjukkan hasil.
Prinsip ini berlaku juga bagi kamu yang belum punya pengalaman kerja formal. Kepanitiaan, kegiatan volunteer, maupun proyek freelance tetap bisa ditulis dengan formula yang sama.
Kesalahan Umum dalam CV
Dengan pengalaman meninjau ratusan CV, Melinda mencatat dua kesalahan yang paling sering berulang. Yang pertama bersifat teknis seperti typo, penulisan yang tidak konsisten, paragraf panjang tanpa bullet point. Yang kedua lebih mendasar, banyak pelamar mengirim satu CV ke semua lowongan, sehingga isinya kurang relevan dengan posisi yang dituju.
Keduanya sering diremehkan karena terasa sepele. Padahal, sebelum sampai ke tangan rekruter, lamaran akan melewati Applicant Tracking System (ATS) yang akan mencocokkan isi CV dengan kata kunci dari deskripsi pekerjaan. ATS pun tidak dapat membaca layout berkolom, ikon, dan tabel, sehingga jika CV kamu berantakan dan tidak relevan, CV kamu berisiko tersaring di tahap pertama. Itulah alasan CV ATS-friendly justru cenderung sederhana secara visual.
Jadi, jangan lupa untuk cek CV terlebih dahulu sebelum mengirimkannya, baik secara manual maupun dengan tool seperti AI CV Checker.
Sukses Melamar, Saatnya Interview
Selain dalam membuat CV, banyak mahasiswa yang juga merasa takut akan interview. Melinda menjabarkan pola pertanyaan dalam interview, misalnya: sesi awal menguji realita kontribusimu, bagian tengah menilai cara kamu memandang diri sendiri, dan bagian penutup, termasuk pertanyaan “apakah ada yang ingin ditanyakan” sedang mengukur seberapa dalam ketertarikanmu dan riset yang kamu lakukan.
Melinda juga memberikan tips menjawab pertanyaan situasional dan behavioral dengan metode STAR. Kamu bisa memulai dari menjelaskan situasi (situation), apa yang menjadi tanggung jawabmu (task), tindakan yang kamu ambil (action), dan hasil yang dicapai (result). Kerangka ini membantumu menyampaikan jawaban dengan fokus, tanpa melebar ke mana-mana.
Langkah Pertama untuk Kariermu
Sekarang, jawabannya sudah jelas, memang harus mulai dari CV. Menyesuaikannya dengan posisi yang dituju, menulis pengalaman dengan angka dan hasil, sampai memastikan formatnya terbaca ATS adalah langkah pertama yang menentukan apakah kamu sampai ke tahap berikutnya.
Seperti kata Melinda, kamu tidak perlu pengalaman kerja bertahun-tahun untuk memulai. Yang kamu perlu cukup relevansi dan bukti agar kamu lebih stand out saat melamar kerja.
Jadi, mulai saja dari yang ada sekarang. Di Cake, kamu bisa membuat CV dengan template ATS-friendly, mengecek CV dan menyesuaikan dengan lowongan yang kamu incar, melamar kerja, sampai bersiap-siap untuk interview.
👉 Buat CV di Cake sekarang, gratis dan ramah ATS