Memuat...

Berita

Tel-U Career Buddy Batch 3 Resmi Dimulai, 79 Mentee Siap Belajar dan Bertumbuh Bersama 31 Alumni Mentor

07 Oct 2026

Telkom University kembali memperkuat ekosistem kolaborasi antara alumni dan mahasiswa melalui Tel-U Career Buddy Batch 3. Program mentoring yang mempertemukan alumni sebagai mentor dengan mahasiswa sebagai mentee ini resmi dimulai melalui agenda First Meet dan Kick Off Tel-U Career Buddy Batch 3 yang dilaksanakan secara daring pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi awal perjalanan bagi 79 mahasiswa yang akan mendapatkan pendampingan dari 31 alumni Telkom University dengan beragam pengalaman profesional dan latar belakang karier. Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kemahasiswaan, Karier dan Alumni Telkom University, Dr. Maulana Rezi Ramadhana, Kepala Bagian Perencanaan Karier dan Alumni, Lia Marlia, M.I.Kom., para mentor, serta seluruh mentee Tel-U Career Buddy Batch 3.

Dalam sambutannya, Dr. Maulana Rezi Ramadhana menyampaikan apresiasi kepada para alumni yang bersedia meluangkan waktu dan berbagi pengalaman untuk mendampingi mahasiswa dalam mempersiapkan perjalanan karier mereka.

Menurutnya, memasuki dunia kerja tidak cukup hanya dengan memiliki pengetahuan. Mahasiswa juga membutuhkan ruang untuk belajar dari pengalaman nyata, memperoleh perspektif, membangun kepercayaan diri, serta memperluas jejaring.

“Tujuan Tel-U Career Buddy bukan hanya membantu teman-teman mendapatkan karier atau pekerjaan, tetapi lebih dari itu, membantu para lulusan mengenali potensi dirinya, memahami ruang lingkup kerja, membangun kepercayaan diri, dan memperluas networking,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan program mentoring tidak hanya diukur dari seberapa baik CV atau profil LinkedIn yang dimiliki mentee setelah mengikuti program. Lebih penting, proses mentoring diharapkan mampu mengubah cara pandang, meningkatkan kematangan, dan membantu mahasiswa menentukan arah karier yang ingin ditempuh.

Untuk itu, Dr. Maulana Rezi Ramadhana menitipkan tiga hal penting kepada seluruh peserta, yaitu clarity, confidence, dan connection. Clarity berarti memahami diri dan menentukan arah karier, confidence untuk menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis, serta connection untuk membangun jejaring yang dapat terus berkembang.

“Kesuksesan alumni yang istimewa tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kesuksesan menjadi legasi yang kemudian bisa diteruskan kepada generasi selanjutnya,” ungkapnya.


Menghubungkan Pengalaman Alumni dengan Persiapan Karier Mahasiswa

Tel-U Career Buddy hadir dari semangat untuk memperkuat hubungan antara alumni dan mahasiswa secara lebih intens dan bermakna. Program ini memberikan ruang bagi alumni untuk give back kepada almamater sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari pengalaman mereka yang telah lebih dahulu menjalani dunia profesional, kewirausahaan, maupun pendidikan lanjutan.

Kepala Bagian Perencanaan Karier dan Alumni, Lia Marlia, menjelaskan bahwa Tel-U Career Buddy dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara mahasiswa dan alumni, khususnya dalam mendukung kesiapan dan kemampuan kerja mahasiswa atau employability.

Pada Batch 3, mahasiswa dikelompokkan berdasarkan tiga jalur peminatan, yaitu entrepreneurship, intrapreneurship, dan studi lanjut. Pendekatan ini dipilih agar proses mentoring dapat lebih terarah sekaligus menyesuaikan dengan minat dan rencana masa depan masing-masing mentee.

Dari keseluruhan peserta, 79 mahasiswa terpilih untuk mengikuti program, sementara 31 alumni dipercaya menjadi mentor. Para mentor akan mendampingi mentee melalui proses berbagi pengalaman, diskusi, mentoring one-on-one, career coaching, hingga pengembangan networking.

Pelaksanaan mentoring berlangsung selama periode Oktober hingga Desember 2026 dengan tiga kali sesi utama. Mentoring pertama dijadwalkan pada 7–14 Oktober, mentoring kedua pada 9–14 November, dan mentoring ketiga pada 7–12 Desember 2026. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara online maupun offline berdasarkan kesepakatan dan ketersediaan waktu mentor dan mentee.

Menariknya, proses mentoring tidak dibatasi hanya pada tema yang telah ditentukan. Tema tersebut menjadi panduan awal agar setiap pasangan mentor dan mentee memiliki arah diskusi, namun keduanya tetap diberikan ruang untuk mengeksplorasi berbagai topik sesuai kebutuhan dan tujuan karier mentee.


Mentor: Berbagi Pengalaman, Termasuk Kegagalan

Semangat berbagi juga disampaikan oleh salah satu mentor alumni sekaligus salah satu penggagas Tel-U Career Buddy, Mohammad Rynaldi Faisal AK. Ia menjelaskan bahwa program ini lahir dari keinginan para alumni untuk memberikan kembali pengalaman dan pengetahuan yang telah mereka peroleh selama menjalani perjalanan karier.

Menurutnya, mahasiswa tidak hanya perlu mengetahui bagaimana mencapai keberhasilan, tetapi juga perlu belajar dari berbagai tantangan dan kegagalan yang pernah dialami oleh para mentor.

“Ini bukan mentoring basa-basi, karena mentornya adalah langsung para praktisi. Kami mungkin tidak sehebat itu, tetapi kami sudah mengalami. Jadi, silakan aktif dan manfaatkan sebaik-baiknya,” pesannya kepada para mentee.

Ia juga mengajak seluruh mentee untuk bersikap proaktif selama mengikuti program. Para mentor, menurutnya, telah menyediakan waktu dan pengalaman untuk dibagikan, sehingga kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.


Dari Sisi Mentee: Membangun Arah, Kepercayaan Diri, dan Koneksi

Semangat yang sama juga disampaikan oleh perwakilan mentee, Zahira Novika Adila, mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2023. Sebagai mahasiswa yang mulai mempersiapkan diri menuju dunia profesional, ia mengungkapkan bahwa banyak mahasiswa memiliki pertanyaan mengenai langkah setelah lulus, keterampilan yang perlu dipersiapkan, hingga bagaimana membangun karier yang sesuai dengan potensi dan tujuan.

Baginya, Tel-U Career Buddy bukan sekadar program mentoring, tetapi ruang untuk mendapatkan perspektif baru dari orang-orang yang telah lebih dahulu menjalani perjalanan karier.

“Perjalanan karier bukan hanya tentang kemampuan yang kita miliki, tetapi juga tentang orang-orang yang kita temui, pengalaman yang kita dapat, dan bagaimana kita terus berkembang melalui proses tersebut,” ungkap Zahira.

Ia berharap hubungan antara mentor dan mentee tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat berkembang menjadi networking, kolaborasi, bahkan menjadi bagian dari perjalanan karier peserta di masa depan.


First Meet, Awal dari Sebuah Perjalanan

Setelah rangkaian sambutan dan pemaparan program, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Mentor and Mentee Connection. Para mentor dan mentee dipertemukan dalam breakout room untuk melakukan first meet, saling berkenalan, dan mulai membangun komunikasi sebagai langkah awal dalam perjalanan mentoring mereka.

Pertemuan singkat tersebut menjadi simbol dimulainya sebuah proses yang diharapkan tidak hanya menghasilkan transfer pengetahuan, tetapi juga hubungan yang lebih bermakna antara alumni dan mahasiswa.

Melalui Tel-U Career Buddy Batch 3, Telkom University kembali membangun sebuah ekosistem di mana pengalaman dan kesuksesan alumni dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Satu percakapan dapat membuka perspektif baru, satu koneksi dapat membuka peluang, dan satu kesempatan mentoring dapat menjadi awal dari perjalanan karier yang lebih besar.

Dengan semangat voluntary, collaboration, empowerment, continuous learning, impact, mutual growth, commitment, dan inclusivity, Tel-U Career Buddy Batch 3 diharapkan menjadi ruang bagi mentor dan mentee untuk tumbuh bersama.

Karena pada akhirnya, kesuksesan alumni bukanlah akhir dari perjalanan, tetapi menjadi legacy yang dapat menginspirasi dan membuka jalan bagi generasi Tel-U berikutnya.