Alumni Be Coach Tel-U Hadirkan Azmi Hafizah Rahman, Bagikan Strategi Membangun Karier IT di Panggung Global
16 Oct 2026Telkom University terus mendorong kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja melalui kegiatan Alumni Be Coach bertema “Global Career Blueprint: Merancang Karier IT untuk Panggung Dunia” yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Kamis, 15 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa kelas Mata Kuliah Kewirausahaan (RYJ) Program Studi S1 Teknik Komputer dengan menghadirkan Azmi Hafizah Rahman, Alumni S1 Informatika angkatan 2012 yang saat ini berkarier sebagai Software Engineer – Web di Coupang Singapore, sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan mengenai perjalanan karier di industri teknologi informasi (IT), persiapan memasuki dunia profesional, serta peluang berkarier di tingkat internasional.
Kegiatan dibuka oleh Rahmat selaku dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan. Dalam sambutannya, Rahmat menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat memperoleh wawasan dari pengalaman profesional alumni, khususnya mengenai peluang membangun karier global. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami perkembangan dunia kerja dan mengaitkannya dengan pembelajaran di kelas.
Memanfaatkan Masa Kuliah untuk Membangun Fondasi Karier
Dalam sesi berbagi, Azmi menceritakan perjalanan pendidikannya di Telkom University sejak 2012 hingga lulus pada 2016. Selama masa kuliah, ia mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri, di antaranya bergabung dengan Pro Club, menjadi asisten laboratorium komputer, serta mengikuti program Microsoft Student Partner.
Berdasarkan pengalamannya, Azmi menekankan pentingnya memanfaatkan masa kuliah untuk mengembangkan kemampuan dan memperluas jaringan. Mahasiswa didorong untuk aktif dalam organisasi, belajar dari teman dan senior yang memiliki kompetensi, serta mencoba berbagai kegiatan yang dapat menunjang pengembangan diri.
Ia juga menyarankan mahasiswa untuk memperbanyak pengalaman melalui kompetisi, proyek mandiri (side project), dan pekerjaan lepas (freelance). Pengalaman tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam resume, terutama bagi mahasiswa yang belum memiliki pengalaman kerja profesional, sekaligus membantu menunjukkan kemampuan kepada perusahaan saat proses rekrutmen.
Selain pengalaman praktis, Azmi mengingatkan pentingnya menguasai materi fundamental di bidang IT, seperti struktur data, algoritma, jaringan komputer, sistem operasi, kalkulus, probabilitas, dan statistika. Menurutnya, pemahaman dasar tersebut tetap dibutuhkan untuk menunjang perkembangan karier di industri teknologi, termasuk di tengah kemajuan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Memahami Ragam Profesi dan Peluang di Industri Teknologi
Azmi turut membagikan perjalanan kariernya setelah lulus dari Telkom University. Ia memulai karier di Traveloka pada 2016 sebagai Software Engineer yang berfokus pada pengembangan web untuk produk roaming internasional. Pada 2021, ia bergabung dengan Shopee dan melanjutkan karier di Singapura. Pada 2022, ia kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan rintisan (startup) di Singapura sebelum melanjutkan perjalanan kariernya ke Coupang pada 2024, khususnya di Coupang Play yang bergerak di bidang layanan video streaming.
Melalui pengalaman tersebut, Azmi menjelaskan bahwa industri teknologi memiliki beragam profesi dengan tanggung jawab dan kompetensi yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah Backend Engineer, Data Engineer, Machine Learning Engineer, Quality Assurance (QA) Engineer, DevOps Engineer, Infrastructure Engineer, Data Analyst, dan Data Scientist.
Pemahaman terhadap berbagai pilihan profesi ini dapat membantu mahasiswa mengenali bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka. Dengan mengetahui karakteristik masing-masing peran, mahasiswa dapat mulai menentukan kompetensi yang perlu dikembangkan serta menyiapkan pengalaman yang relevan sejak masa kuliah.
Menyiapkan Langkah Menuju Karier Internasional
Dalam pembahasan mengenai karier global, Azmi menekankan pentingnya mempersiapkan diri sejak dini dan tidak ragu mencoba berbagai peluang. Mahasiswa didorong untuk aktif mencari informasi magang maupun pekerjaan, mempelajari kebutuhan perusahaan, serta berlatih menghadapi proses seleksi, termasuk wawancara teknis yang menguji kemampuan pemecahan masalah dan algoritma.
Ia juga menjelaskan beberapa jalur yang dapat dijajaki untuk membangun karier internasional, seperti melamar pekerjaan secara langsung, memanfaatkan peluang perpindahan internal di perusahaan multinasional, mengikuti program magang internasional, maupun melanjutkan studi ke luar negeri.
Selain kompetensi teknis, persiapan karier internasional juga membutuhkan riset mengenai perusahaan dan negara tujuan, pemahaman terhadap persyaratan visa dan administrasi, kemampuan berbahasa Inggris, serta kesiapan beradaptasi dengan lingkungan dan budaya yang berbeda. Karena itu, mahasiswa perlu mulai mencari informasi dan mempersiapkan diri sejak masih berada di bangku kuliah.
Mengembangkan Kemampuan Belajar di Era AI
Seiring perkembangan teknologi, Azmi mengingatkan mahasiswa agar terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan. Penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis, pemahaman fundamental, serta kemauan untuk terus belajar.
AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam proses belajar, tetapi penggunaannya perlu disertai pemahaman terhadap materi dan kemampuan mengevaluasi hasil yang diberikan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menggunakan teknologi untuk memperoleh jawaban, tetapi juga mampu memahami proses dan menilai ketepatan informasi yang dihasilkan.
Diskusi Interaktif, Ruang Belajar dari Pengalaman Alumni
Kegiatan Alumni Be Coach juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Sesi tanya jawab ini menjadi ruang bagi mahasiswa kelas Mata Kuliah Kewirausahaan (RYJ) S1 Teknik Komputer untuk menggali lebih jauh pengalaman Azmi dalam membangun karier di industri teknologi, menghadapi proses rekrutmen, serta beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional.
Melalui kegiatan Alumni Be Coach, Telkom University terus memperkuat hubungan antara alumni dan mahasiswa melalui pertukaran pengalaman serta wawasan profesional. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami kebutuhan dunia kerja, mengenali kompetensi yang perlu dipersiapkan, dan menyusun langkah karier secara lebih terarah, termasuk dalam menghadapi peluang di industri IT pada tingkat global.